Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Rabu, 24 Juli 2019

BAKAT



1). PENGERTIAN BAKAT
Bakat (aptitude) mengandung makna kemampuan bawaan yang merupakan kemampuan potensial (potential ability) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena sifatnya yang masih bersifat potensial, bakat merupakan potensi yang masih memerlukan usaha pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat berguna dimasa mendatang. (Utami Munandar, 1992).
Bakat berbeda dengan kemampuan (ability) yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu sebagai hasil pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas (capasity) sebagai sinonim ‘ability’ yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal (Conny Semiawan, 1987).
Bakat setiap orang satu sama lain berbeda beda dan sangat bermacam-macam. Banyak orang yang salah dalam menganggap bahwa bakat dan minat adalah hal yang sama padahal berebeda. Minat merupakan keadaan dimana individu memiliki perhatian khusus terhadap sesuatu yang ingin dipelajari. Kalau bakat sudah ada pada setiap orang sejak lahir di dunia.

2). JENIS-JENIS BAKAT
a.      Bakat Umum (Gifted)
Bakat Umum adalah kemampuan berupa potensi dasar di dalam diri seseorang yang sifatnya umum. Dengan kata lain, bakat umum ini dimiliki oleh setiap individu dan menjadi sesuatu yang lumrah. Contohnya : berjalan, berbicara, dan menyanyi. Yup, pada dasarnya semua orang bisa menyanyi, tetapi hanya mereka yang berbakat khusus menyanyi-lah yang dapat bernyanyi dengan indah.
b.     Bakat Khusus (Talent)
Bakat khusus adalah suatu kemampuan atau potensi khusus yang dimiliki oleh seseorang. Dengan kata lain, tidak semua orang memiliki bakat khusus yang sama antara satu orang dengan orang lainnya. Contoh bakat khusus ini antara lain :
ü  Bakat verbal, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam verbal yang ditunjukkan dengan konsep atau dalam bentuk kata kata.
ü  Bakat numerial, yaitu kemampuan khusus seseorang di bidang bentuk angka atau matematika.
ü  Bakat skolastik, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal-hal yang berhubungan dengan angka dan kata. Jenis bakat ini mencakup kemampuan berpikir, penalaran, mengurutkan, menciptakan hipotesis, pandangan hidup yang bersifat rasional dan lainnya. Biasanya pekat seperti ini ditemukan pada seorang ilmuwan, akuntan, pemograman atau sejenisnya.
ü  Bakat abstrak, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal membuat pola, rancangan, ukuran, bentuk atau posisi posisinya.
ü  Bakat mekanik, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam bentuk prinsip umum IPA, alat-alat, tata kerja atau lainnya.
ü  Bakat relasi ruang, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal mengamati atau menceritakan pola dua dimensi maupun berpikir dalam tiga dimensi. Bakat ini biasanya dimiliki oleh fotografer, artis, pilot, arsitek atau profesi lainnya.
ü  Bakat ketelitian klerikal, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal tulis-menulis, meramu dan di bidang laboratorium.
ü  Bakat bahasa, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam penalaran analisis bahasa. Bakat ini sangat dibutuhkan pada bidang penyiaran, hukum, editing, pramuniaga, jurnalistik atau profesi lainnya yang sejenis.
Perwujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi (Utami Munandar 1992) karena bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi seseorang. Perlu ditekankan bahwa karena bakat masih bersifat potensial, sesorang yang berbakat belum tentu mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya jika tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya secara maksimal. Bakat khusus yang memperoleh kesempatan maksimal dan dikembangkan sejak dini serta didukung oleh fasilitas dan motivasi yang tinggi, akan dapat terealisasikan dalam bentuk prestasi unggul. Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan suatu prestasi, masih banyak variabel yang turut menentukan.

3). PERBEDAAN INDIVIDU DALAM BAKAT KHUSUS
Dilihat dari aspek apapun, setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang lain. Demikian juga dalam aspek bakat khusus, setiap individu juga memiliki bakat khusus masing-masing secara berbeda. Menurut Conny Semiawan(1987) dan Utami Munandar (1922), perbedaan bakat khusus itu bisa terletak pada jenis dan juga kualitasnya. Perbedaan dalam jenisnya terlihat dari kemampuan yang ditunjukan. Misalnya, seseorang memiliki bakat khusus bekerja dengan angka, yang lain menonjol dalam berbahasa, sementara yang lain memiliki bakat yang menonjol dalam bidang musik. Sedangkan perbedaan dalam kualitasnya mengandung makna bahwa diantara individu satu dengan yang lain memiliki bakat khusus  yang sama tetapi kualitas yang berbeda. Misalnya, diantara dua orang yang sama memiliki bakat khusus bekerja dengan angka, orang pertama memiliki kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan kemampuan orang yang kedua. Hal ini disebabkan tingkat kecerdasan antara anak yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Karena bakat masih bersifat potensial, perwujudannya masih sangat memerlukan pembinaan sistematis dan maksimal. Memang anak yang berbakat dan dengan mudah mewujudkannya kedalam prestasi unggul. Namun, tidak  sedikit anak yang memiliki bakat  yang bagus, tetapi karena tidak mendapatkan pembinaan dan pengembangan maksimal mengakibatkan prestasinya rendah. Ini yang sering kali disebut dengan istilah Underachiver.

3). CARA IDENTIFIKASI BAKAT
            Identifikasi bakat pada seseorang merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara sistematik untuk mengidentifikasi seseorang yang berpotensi dalam suatu bidang. Penggalian bakat dengan cara mengikuti minat sang anak secara terarah dan jelas tujuannya akan mampu mengidentifikasi bakat yang dimiliki anak.
            Ajarkan anak untuk mengenali dirinya sendiri, menggali kemampuan dan batasan-batasan yang dimilikinya. Kalau kiranya yang diminta melenceng sekali dari minat dan kemampuannya (biasanya orang tualah yang paling memahami arah minat sang anak), maka beri batasan dengan pemberian alasan yang tepat dan masuk akal buat si anak. Kalau anak masih meminta mencoba, silahkan dicoba tetapi dengan perencanaan dan pertimbangan yang baik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap identifikasi bakat anak adalah :
ü  Ajak  anak untuk menggali minatnya tersebut dengan berdiskusi/tanya jawab seputar minat tersebut.
ü  Gali lebih jauh dengan mengajak anak untuk mengkaji apa-apa saja yang diperlukan untuk mengikuti kursus tersebut, baik keterampilan dasar, peralatan, biaya, schedule, dan lain-lain.
ü  Apabila akan mengambil keputusan, buat perjanjian dengan si anak.

4).  PENGUKURAN BAKAT                             
Tes bakat bertujuan membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang di berbagai area minatnya di bidang-bidang tertentu, untuk kemudian merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan atau pekerjaan.
Melalui tes bakat diperoleh gambaran mengenai berbagai bidang kemampuan dan minat seseorang. Hasil tes bakat tidak dapat menentukan dengan mutlak pekerjaan atau karir apa yang harus dijalani, juga tidak untuk menjawab pertanyaan yang sangat khusus, misalnya “Apakah saya dapat menjadi seorang guru?”
Tes bakat diantaranya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya :
ü  Apakah saya cocok untuk memilih bidang keguruan
ü  Manakah bidang yang lebih baik bagi saya?
ü  Apakah kelebihan dan kekurangan saya, apabila saya ingin menjadi seorang guru?
Setiap orang mempunyai bakat-bakat tertentu, masing-masing dalam bidang dan derajat yang berbeda-beda. Guru, orang tua, pembimbing perlu mengenal bakat anak – anaknya sehingga dapat memberikan pendidikan dan menyediakan pengalaman sesuai dengan kebutuhan masing – masing.

5). DAFTAR PUSTAKA
Harjaningrum Tri Agnes. 2007. Peranan Orang Tua dan Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori dan Tren Pendidikan. Jakarta: Prenada Media Group.
H. Sunarto dan B. Agung Hartono. 1995. Pengembangan Peserta Didik. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
M. Ali dan M. Asrori. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara
http://www.indomp3z.us/entry.php/186-identifikasi-bakat
http://arihdyacaesar.wordpress.com/2010/01/13/resume-bakat-konsep-indikator-pengukuran

 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template