Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Das Kapital - Karl Marx


“Yang lebih berbahaya dari rendahnya minat baca adalah meningkatnya syahwat memusnahkan buku.” Zen RS, “Boleh Kerdil Asal Pancasilais.”

Perpustakaan Nasional seharusnya menjadi tempat mekar dan mewanginya dunia literasi, ilmu pengetahuan dan penelitian. Disanalah semestinya kebudayaan dirayakan, dihayati dan dihidupkan. Perpustakaan Nasional seharusnya menjadi benteng bagi kebebasan berfikir, pengutamaan nalar dan akal sehat, juga museum yang mengabadikan memori kolektif sebuah bangsa sekaligus serta menjadi taman yang membiakkan imajinasi.

Peradaban-peradaban besar dalam sejarah dunia selalu diawali oleh keberanian untuk menggali serta menjawab tantangan-tantangan zaman dengan mengerahkan akal budi. Penemuan-penemuan hebat dan menentukan dalam kebudayaan yang mengizinkan akal bekerja sampai batas-batasnya yang terjauh.

Kesediaan untuk berjumpa dan bercakap-cakap dengan berbagai ide, berbagai kepercayaan, memungkinkan sebuah kebudayaan menguji dirinya sendiri menjajal batas-batasnya sendiri, dan darisanalah berbagai perbenturan akan membawanya kepada kemajuan. Terbentur, terbentur, terbentur dan akhirnya : terbentuk.

Mustahil kita berharap Perpustakaan Nasional bisa memberikan sesuatu yang berharga dalam pertumbuhan kebudayaan dan kecerdasan bangsa ini jika dipimpin oleh orang dengan pikiran kerdil, degil, dan cupet. Jika orang seperti itu menjadi kepala Perpustakaan Nasional, maka barangkali kita memang harus kembali pada apa yang terjadi selama tiga dekade kekuasaan Orde Ba(r)u.

Amanat konstitusi untuk “mencerdaskan kehidupan bangsa”, tidak boleh seenak udel ditafsirkan sebagai “mengerdilkan pikiran bangsa”. Atau semacam “boleh bodoh, yang penting taat. Boleh kerdil, asalkan Pancasilais”.
 

~SabdaPerubahan

 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template