Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Sabtu, 12 Agustus 2017

Jodohmu Sudah Ditulis - Hanan Attaki





Disini jadi kayak ada pesan moral bahwa “oh saya tuh udah punya pasangan sebetulnya”, udah ditulis tuh di lauhful mahfuz, ditulis didalam kitab ‘Takdir Saya’.

Si fulan, kan kita dulu waktu kita, saya atau teman-teman yang lain lah. Dulu waktu sekolah suka nulis-nulis nama gitu kan? Didinding, dibangku, dikursi, atau di papan tulis. Tiba-tiba kalo kita masuk ke kelas duluan, terus temen-temen belum pada dateng, kita nulis sendiri “Love siapa?” kayak (misalnya) Susanto Susanti. 

Sampe saking kita seneng nulis nama pasangan, di Jabal Rahma itu paling banyak nama Indonesia loh. Memang paling banyak (nama) yang saya periksa di Jabal Rahma itu pasti Budi, Anto, pokoknya nama-nama Indonesia. Jarang ada namanya Muhammad atau Yusif, gitu jarang. Karena orang Arab gak suka nulis disitu. 

Kita banyak (liat) tuh pas naik ke Jabal Rahma namanya Indonesia semua. Kita lebih suka menulis nama kita di Jabal Rahma. Sedangkan kalo orang Arab lebih suka menulis namanya dikartu undangan (ceilah^^). 

Nah artinya kita kan nulis-nulis sendiri dengan hasrat kita, dengan harapan kita, dengan ‘nafsu’ kita kadang (*kalo bahasa kasarnya). 

Padahal sebetulnya tulisan kayak gitu tuh udah ada di Lauhful Mahfuz, kita aja yang belum baca. Udah diukir sama Allah tulisan itu. 

Bukan lagi di papan tulis kelas, bukan di bangku sekolah, bukan didinding, bukan di tembok, bukan di buku diary, bukan di Jabal Rahma, tapi di Lauhful Mahfuz udah ditulis namanya. 

Dan itu salah satu diantara ketetapan Allah yang sudah Allah tetapkan bahkan ketika Allah awal menciptakan kita. Allah berfirman :

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seseorang yaitu Adam, lalu kami ciptakan darinya pasangan. Lalu dari pasangan itu Kami perkembangbiakkan laki-laki dan perempuan .”

Artinya, terus ada hukum kayak gitu. Dari mulai Adam Hawa, berlaku terus sampe hari kiamat. Kalo nggak, kalo sampe distop, berarti tidak ada perkembangbiakkan. 

Perkembangbiakkan ini menunjukkan bahasan lain dari ‘bahwa pasangan ini akan terus ada sepanjang kehidupan di dunia’. Sehingga kita tidak perlu khawatir ketuker.

Ini yang bisa bikin kita kadang-kadang ikhtiarnya atau usahanya kadang-kadang suka salah. Karena kadang-kadang kita nggak yakin dengan poin ini.

Kalo kita yakin sama poin ini, pasti ikhtiar kita kan lebih terjaga, tidak akan sampai break the line. Kenapa? 

Kenapa orang melanggar syariat selama mencari rezeki yang halal? Karena dia nggak yakin kalo rezeki itu ditangan Allah. 

Kalo dia yakin rezeki itu ditangan Allah, ngapain dia harus melanggar? Allah kan tetep ngasih tanpa harus melanggar. 

Justru gara-gara kita melanggar, Allah nanti akan memutarbalikkan sesuatu  yang baik yang harusnya jadi jatah kita menjadi sebuah musibah. 

Orang yang melanggar ikhtiar yang halal dalam mencari rezeki, itu pasti karena dia nggak yakin rezeki itu Allah yang kasih, rezeki ada ditangan Allah, Allah yang menjamin.

Makanya dia ketika ngerasa kayak nggak ada harapan, banyak kesulita. Dia pun mencampakkan batasan-batasan agama Allah dan mencari sesuatu yang menurut logika dia akan bisa dia dapatkan, walaupun itu melanggar. 

Begitu juga jodoh. Kalo orang melanggar/ kalo orang khawatir sampe “nanti kalo keduluan orang lain, nanti kalo misalnya ternyata jadian sama si dia atau siapa” misalnya. Sehingga kita menggunakan cara-cara yang tidak Allah ridhai. Salah satu caranya adalah main belakang. Main belakangnya menggunakan sihir atau dukun segala macem. 

Ini berarti kita nggak yakin dengan takdir Allah bahwa pasangan itu udah ditulis sama Allah.
 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template