Bukan
berarti dengan tidak memutuskan hubungan dengan Amerika kita tidak simpati
dengan Palestina, tapi coba saya kasih ilustrasi sedikit. Sederhananya, jika
kita memutuskan hubungan dengan Amerika. Maka konsekuensinya, kedubes Amerika
di Indonesia tutup, seluruh perusahaan yang berafiliasi dengan Amerika akan
berhenti. McD, Starbuck, Bank2, Microsoft, Apple, Boeing dan perusahaan lainnya
yang memiliki hubungan dengan kita akan tutup.
Bukan
itu saja, Amerika akan menutup akses Indonesia untuk Google, Youtube, Twitter,
WA, Instagram, dan lain-lain. Tau efeknya apa? Ekonomi kita akan down, jutaan
pengangguran, Youtuber jadi pengangguran, E-commerce, Tokopedia, OLX, Lazada,
dan lain-lain bakal jualan dipinggir jalan lagi, Start up akan jadi manual lagi
karena database Google mereka ambil alih. Olshop-olshop di Instagram bakal
bubar, khususnya kamu nggak akan bisa bela Palestina dan galang donasi karena
akses sudah mereka putus. Pernah bayangin hidup sehari tanpa computer?
Internet? atau Smartphone dalam dunia yang sangat eksklufif?
Gimana?
Siap sama konsekuensinya?
Kalau
mau trial, coba studi banding jalan-jalan dulu ke Korea Utara seminggu aja
mungkin biar dapat ilham.
Sebenernya
pertanyaan ini sama aja kayak, kenapa sih kita Negara Islam masing-masing nggak
ngirim tentara aja buat bebasin Palestina?
Indonesia,
Malaysia, Turki, Arab Saudi, Qatar, masing-masing kirim militer untuk mengepung
Israel. Pasti yang ada di otak kita kenapa sih nggak kayak gitu aja? Kan beres
Palestina bisa merdeka.
Jawabannya
sangat sederhana, karena kita semua sudah terperangkap dalam jarring mereka yang
memaksa kita harus tunduk seperti yang sudah dijelaskan tadi. Ini tentang
perang proxy dimana perang otak 100 kali lebih besar dari otot dan harus
ditangani dengan cara bijak. Maka dari itu, pendekatan secara diplomatis sangat
dikedepankan selain aksi dan dukungan masyarakat dunia yang massif. Maka kalau
tidak mau dengan cara itu, konsekuensinya ya kita harus lebih unggul dari
mereka. Itu mengapa PBB pun sangat hati-hati bahkan kadang tak berkutik
berhadapan dengan kenyataan ini.
Lalu,
gimana caranya?
Sekarang
tutup HP, baca buku, kerjain tugas, biar nanti jadi orang pinter. Sehingga
nanti kita kelak yang memimpin dan mengendalikan ritme dunia. Dunia sudah
mencatat bahwa Islam pernah jaya lebih dari 8 abad karena keilmuan dan barat
(Renaissance) karena sadar akan keilmuan. Segala kejayaan bermuara dari tradisi
keilmuan yang baik. Maka kita harus ubah pola piker, melihat dunia dari
kaledioskop yang sangat holistic dan terbuka agar kita mampu menyadari bahwa
ritme dunia bergerak sangat cepat agar kita bisa mengejar semua ketertinggalan
itu.
Semoga
Bermanfaat
I.M
