1). PENGERTIAN BAKAT
Bakat
(aptitude) mengandung makna kemampuan
bawaan yang merupakan kemampuan potensial (potential
ability) yang masih perlu pengembangan dan latihan lebih lanjut. Karena
sifatnya yang masih bersifat potensial, bakat merupakan potensi yang masih
memerlukan usaha pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar
dapat berguna dimasa mendatang. (Utami Munandar, 1992).
Bakat
berbeda dengan kemampuan (ability)
yang mengandung makna sebagai daya untuk melakukan sesuatu sebagai hasil
pembawaan dan latihan. Bakat juga berbeda dengan kapasitas (capasity) sebagai sinonim ‘ability’
yaitu kemampuan yang dapat dikembangkan di masa yang akan datang apabila
latihan dilakukan secara optimal (Conny Semiawan, 1987).
Bakat
setiap orang satu sama lain berbeda beda dan sangat bermacam-macam. Banyak
orang yang salah dalam menganggap bahwa bakat dan minat adalah hal yang sama
padahal berebeda. Minat merupakan keadaan dimana individu memiliki perhatian
khusus terhadap sesuatu yang ingin dipelajari. Kalau bakat sudah ada pada
setiap orang sejak lahir di dunia.
2). JENIS-JENIS BAKAT
a.
Bakat
Umum (Gifted)
Bakat
Umum adalah kemampuan berupa potensi dasar di dalam diri seseorang yang
sifatnya umum. Dengan kata lain, bakat umum ini dimiliki oleh setiap individu
dan menjadi sesuatu yang lumrah. Contohnya : berjalan, berbicara, dan menyanyi.
Yup, pada dasarnya semua orang bisa menyanyi, tetapi hanya mereka yang berbakat
khusus menyanyi-lah yang dapat bernyanyi dengan indah.
b.
Bakat
Khusus (Talent)
Bakat
khusus adalah suatu kemampuan atau potensi khusus yang dimiliki oleh seseorang.
Dengan kata lain, tidak semua orang memiliki bakat khusus yang sama antara satu
orang dengan orang lainnya. Contoh bakat khusus ini antara lain :
ü Bakat
verbal, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam verbal yang ditunjukkan dengan
konsep atau dalam bentuk kata kata.
ü Bakat
numerial, yaitu kemampuan khusus seseorang di bidang bentuk angka atau
matematika.
ü Bakat
skolastik, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal-hal yang berhubungan
dengan angka dan kata. Jenis bakat ini mencakup kemampuan berpikir, penalaran,
mengurutkan, menciptakan hipotesis, pandangan hidup yang bersifat rasional dan
lainnya. Biasanya pekat seperti ini ditemukan pada seorang ilmuwan, akuntan,
pemograman atau sejenisnya.
ü Bakat
abstrak, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal membuat pola, rancangan,
ukuran, bentuk atau posisi posisinya.
ü Bakat
mekanik, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam bentuk prinsip umum IPA,
alat-alat, tata kerja atau lainnya.
ü Bakat
relasi ruang, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal mengamati atau
menceritakan pola dua dimensi maupun berpikir dalam tiga dimensi. Bakat ini
biasanya dimiliki oleh fotografer, artis, pilot, arsitek atau profesi lainnya.
ü Bakat
ketelitian klerikal, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam hal tulis-menulis,
meramu dan di bidang laboratorium.
ü Bakat
bahasa, yaitu kemampuan khusus seseorang dalam penalaran analisis bahasa. Bakat
ini sangat dibutuhkan pada bidang penyiaran, hukum, editing, pramuniaga, jurnalistik
atau profesi lainnya yang sejenis.
Perwujudan
nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi (Utami
Munandar 1992) karena bakat dan kemampuan sangat menentukan prestasi seseorang.
Perlu ditekankan bahwa karena bakat masih bersifat potensial, sesorang yang
berbakat belum tentu mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya jika
tidak mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan bakatnya secara maksimal.
Bakat khusus yang memperoleh kesempatan maksimal dan dikembangkan sejak dini
serta didukung oleh fasilitas dan motivasi yang tinggi, akan dapat
terealisasikan dalam bentuk prestasi unggul. Bakat memang sangat menentukan
prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan
suatu prestasi, masih banyak variabel yang turut menentukan.
3). PERBEDAAN INDIVIDU DALAM BAKAT KHUSUS
Dilihat
dari aspek apapun, setiap individu memiliki perbedaan satu dengan yang lain.
Demikian juga dalam aspek bakat khusus, setiap individu juga memiliki bakat
khusus masing-masing secara berbeda. Menurut Conny Semiawan(1987) dan Utami
Munandar (1922), perbedaan bakat khusus itu bisa terletak pada jenis dan juga
kualitasnya. Perbedaan dalam jenisnya terlihat dari kemampuan yang ditunjukan.
Misalnya, seseorang memiliki bakat khusus bekerja dengan angka, yang lain
menonjol dalam berbahasa, sementara yang lain memiliki bakat yang menonjol
dalam bidang musik. Sedangkan perbedaan dalam kualitasnya mengandung makna
bahwa diantara individu satu dengan yang lain memiliki bakat khusus yang sama tetapi kualitas yang berbeda.
Misalnya, diantara dua orang yang sama memiliki bakat khusus bekerja dengan
angka, orang pertama memiliki kemampuan yang lebih unggul dibandingkan dengan
kemampuan orang yang kedua. Hal ini disebabkan tingkat kecerdasan antara anak
yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda.
Karena
bakat masih bersifat potensial, perwujudannya masih sangat memerlukan pembinaan
sistematis dan maksimal. Memang anak yang berbakat dan dengan mudah
mewujudkannya kedalam prestasi unggul. Namun, tidak sedikit anak yang memiliki bakat yang bagus, tetapi karena tidak mendapatkan
pembinaan dan pengembangan maksimal mengakibatkan prestasinya rendah. Ini yang
sering kali disebut dengan istilah Underachiver.
3). CARA IDENTIFIKASI BAKAT
Identifikasi bakat pada seseorang
merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara sistematik untuk mengidentifikasi
seseorang yang berpotensi dalam suatu bidang. Penggalian bakat dengan cara
mengikuti minat sang anak secara terarah dan jelas tujuannya akan mampu
mengidentifikasi bakat yang dimiliki anak.
Ajarkan anak untuk mengenali
dirinya sendiri, menggali kemampuan dan batasan-batasan yang dimilikinya. Kalau
kiranya yang diminta melenceng sekali dari minat dan kemampuannya (biasanya
orang tualah yang paling memahami arah minat sang anak), maka beri batasan
dengan pemberian alasan yang tepat dan masuk akal buat si anak. Kalau anak
masih meminta mencoba, silahkan dicoba tetapi dengan perencanaan dan
pertimbangan yang baik. Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam tahap identifikasi
bakat anak adalah :
ü Ajak anak untuk menggali minatnya tersebut dengan
berdiskusi/tanya jawab seputar minat tersebut.
ü Gali
lebih jauh dengan mengajak anak untuk mengkaji apa-apa saja yang diperlukan
untuk mengikuti kursus tersebut, baik keterampilan dasar, peralatan, biaya,
schedule, dan lain-lain.
ü Apabila
akan mengambil keputusan, buat perjanjian dengan si anak.
4). PENGUKURAN BAKAT
Tes
bakat bertujuan membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan seseorang di
berbagai area minatnya di bidang-bidang tertentu, untuk kemudian merencanakan dan
membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan atau pekerjaan.
Melalui
tes bakat diperoleh gambaran mengenai berbagai bidang kemampuan dan minat
seseorang. Hasil tes bakat tidak dapat menentukan dengan mutlak pekerjaan atau
karir apa yang harus dijalani, juga tidak untuk menjawab pertanyaan yang sangat
khusus, misalnya “Apakah saya dapat menjadi seorang guru?”
Tes
bakat diantaranya dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan, misalnya :
ü Apakah
saya cocok untuk memilih bidang keguruan
ü Manakah
bidang yang lebih baik bagi saya?
ü Apakah
kelebihan dan kekurangan saya, apabila saya ingin menjadi seorang guru?
Setiap
orang mempunyai bakat-bakat tertentu, masing-masing dalam bidang dan derajat
yang berbeda-beda. Guru, orang tua, pembimbing perlu mengenal bakat anak – anaknya
sehingga dapat memberikan pendidikan dan menyediakan pengalaman sesuai dengan
kebutuhan masing – masing.
5). DAFTAR PUSTAKA
Harjaningrum
Tri Agnes. 2007. Peranan Orang Tua dan Praktisi dalam Membantu Tumbuh Kembang
Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori dan Tren Pendidikan. Jakarta: Prenada
Media Group.
H.
Sunarto dan B. Agung Hartono. 1995. Pengembangan Peserta Didik. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
M.
Ali dan M. Asrori. 2006. Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara
http://www.indomp3z.us/entry.php/186-identifikasi-bakat
http://arihdyacaesar.wordpress.com/2010/01/13/resume-bakat-konsep-indikator-pengukuran

