Begitu
pesatnya perkembangan zaman masa kini tentunya tak lepas dari kemajuan
teknologi dan cara berfikir manusia dalam keikutsertaannya perubahan zaman.
Dengan kecanggihan teknologi yang ada, jarak bukan lagi kendala. Dimana pun
kita berada, kita tetap bisa terhubung dengan saudara kita kita yang berada di
bumi bagian lain sana. Mudahnya sarana dan prasarana untuk pergi suatu tempat
pun turut dengan mudah membantu kita untuk mengenal sesama dan memperluas
pengetahuan kita tentang mereka yang tinggal di negara berbeda. Serta semakin
menjamurnya media-media sosial di sekitar kita, juga turut berperan serta
menghubungkan kita dengan orang-orang yang berbeda negara.
Tapi
sadarkah kita, bahwa semua itu tidaklah berarti apa-apa jika kita tak dapat
berkomunikasi dengan mereka? Bagaimana kita bisa tahu dan mengenal mereka tanpa
adanya komunikasi? Apa gunanya kecanggihan teknologi yang ada jika diri kita
sendiri tak mempunyai kualitas untuk mengimbanginya? Lantas, bagaimana cara
kita untuk dapat berkomunikasi dengan mereka?
Cara
utama dan yang paling mudah dipahami semua orang adalah dengan saling mengerti
bahasa. Menurut PBB, terdapat 193 negara yang diakui di dunia ini. Ditambah,
dalam satu negara bisa terdapat beragam bahasa daerah. Misalnya saja di
Indonesia, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Mahsun, mengatakan jumlah bahasa
dan sub bahasa di seluruh Indonesia mencapai 546 bahasa dan bisa jadi lebih
banyak karena penelitian yang mereka lakukan belum selesai. Bayangkan jika kita
diharuskan menguasai semua bahasa itu agar bisa berkomunikasi satu sama lain.
Agaknya itu mustahil untuk manusia, mampu menguasai bahasa itu.
Oleh
karena itu perlu adanya kesepakatan untuk mementukan satu bahasa internasional
sebagai alat komunikasi kita dengan orang-orang yang berbeda negara. Seperti
yang kita ketahui, bahasa internasional paling populer saat ini adalah Bahasa
Inggris. Mengapa bahasa inggris?
-
Karena bahasa inggris merupakan salah satu bahasa
tertua yang ada di dunia.
-
Bahasa inggris mempunyai perkembangan kosa kata
yang sangat pesat.
-
Bahasa Inggris mempunyai tata bahasa yang lengkap
dan rapi sehingga mudah untuk dipelajari.
-
Diera kolonialisme, Inggris menjadi bangsa dengan
jumlah negara jajahan terbanyak.
-
Munculnya Amerika Serikat sebagai negara super
power diabad 20.
Sebagai
generasi penerus bangsa, tentulah perlu untuk kita mempelajari dan mengerti
Bahasa Inggris sebagai bahasa Internasional. Ada pepatah bijak pernah berkata
"kuasailah bahasa, maka kau akan genggam dunia". Betapa tidak,
menguasai bahasa asing memiliki banyak sekali manfaat untuk mempererat hubungan
antar bangsa, mempermudah wawasan, berinteraksi dengan banyak orang diberbagai
negara, dan lain sebagainya.
Berbagai
cara ditempuh oleh orang-orang untuk dapat menguasai bahasa asing tersebut.
Salah satunya melalui pendidikan formal di perguruan tinggi dengan mengambil
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Tak sulit lagi menemukan progam studi ini
di kampus-kampus Indonesia, khususnya di daerah ibu kota seperti Jakarta.
Mungkin
bagi beberapa orang akan bertanya-tanya, apa sih yang dipelajari di Program
Studi Bahasa Ingggris?
Sebelumnya
agar tidak salah paham, kita perlu mengetahui perbedaan pendidikan Bahasa
Inggris dengan Sastra Inggris.
ü Prodi
Pendidikan Bahasa Inggris diperuntukan bagi siswa yang ingin menjadi guru
nantinya, oleh karena itu di program ini tidak hanya mempelajari materi tentang
kebahasa inggrisan saja, tetapi juga mempelajari tentang ilmu-ilmu keguruan dan
kependidikan.
ü Sedangkan
Prodi Sastra Inggris, khusus mempelajari ilmu-ilmu kebahasa inggrisan,
linguistik, sastra, dan lain-lainnya.
Saya
yakin pada dasarnya materi di setiap universitas sama, namun pasti juga
terdapat beberapa perbedaan dengan materi yang diberikan dalam perkuliahan.
Disini saya akan berbagi mengenai apa saja yang dipelajari
mahasiswa program studi Pendidikan Bahasa Inggris semester pertama
khususnya di Universita Indrasprasta Indonesia (UNINDRA).
Mata
kuliah yang dipelajari di Pendidikan Bahasa Inggris mencakup keahlian berbahasa
(seperti Speaking, Reading, Listening, Writing, Pronounciation), kebahasaan
(seperti Phonetics and Phonology, Pragmatics, Sociolinguistics, Psycholinguistic,
dsb), dan keguruan (School Curriculum Development, English Instructional
Technology, TEFL Methodology, dsb).
Bagi
saya, hampir semua matakuliah menarik untuk dipelajari :D Sebagai calon guru
Pendidikan Bahasa Inggris, selain mengasah skill berPendidikan Bahasa Inggris,
mempelajari sedikit tentang kebahasaan adalah hal yg menarik karena kita dapat
lebih memahami berbagai macam ketidak konsistenan Pendidikan Bahasa Inggris dan
dapat menjelaskan mengapa hal-hal tersebut terjadi. Hal yg tidak kalah menarik
adalah mempelajari mata kuliah keguruan. Jelas,sebagai calon guru, mata kuliah
ini sangat penting dan karena ambisi saya menjadi guru, mata kuliah ini menjadi
terfavorit :D
Anggapan Keliru tentang Mahasiswa/i jurusan
Bahasa Inggris
Kebanyakan
mahasiswa dari jurusan Bahasa Inggris dianggap bicara bahasa Inggris, cas cis
cus tanpa mikir dan lain sebagainya. Tapi ternyata gak juga lho! Begini nasib
yang dialami sama kebanyakan mahasiswa dari jurusan bahasa Inggris.
1.
Takut salah bicara pakai bahasa inggris, apalagi
sama dosen.
Karena takut dikoreksi grammar atau pronunciationnya,
mahasiswa jurusan Inggris lebih memilih bicara sama dosen pakai bahasa
Indonesia. Selain itu, mereka juga sering menghindari ketemu dosen karena takut
ditanya-tanya pakai bahasa Inggris.
2.
Merasa minder saat presentasi.
Presentasi di kelas itu seperti momok karena harus
pakai ngomong pakai Bahasa Inggris sepanjang waktu. Lebih takut lagi karena
teman-teman di kelas juga jadi penonton yang gak hanya diam waktu dengerin kita
salah ngomong.
3.
Merasa aneh ketika harus bercerita menggunakan
bahasa inggris terus menerus.
Yang biasanya cerita pakai bahasa daerah, sekarang
tiba-tiba harus pakai bahasa Inggris. Jadinya aneh dan garing deh. Ya gak?
4.
Selalu cek grammar saat akan update status
Maklum, kan punya reputasi sebagai anak dari
jurusan bahasa Inggris. Gak lucu juga bukan kalau grammar-nya amburadul?
Parahnya lagi kalau sampai dikomen sama dosen.
5.
Geregetan ketika ada teman yang sering salah kata.
Setiap kali kumpul dan ada teman bicara dalam
bahasa Inggris yang salah, rasanya ingin langsung membenarkan.
6.
Banyak dimintai tolong.
Sebagai orang yang dipercaya mampu, gak heran
banyak yang minta tolong sama kamu. Entah itu untuk bantu
di-translate ataupun bantu baca.
7.
Merasa cape setelah berbicara bahasa inggris
seharian
Setelah seharian cas cis cus, capek rasanya untuk
ngomong bahasa Inggris. Bukan cuma mulut saja yang capek, otak juga karena
harus mikir terus grammar-nya betul atau tidak.
Keunikan
dari Pendidikan Bahasa Inggris, selain cara balajar yang asik dan relasi yg
banyak, yaitu kebermanfaatannya. Sekarang kita berada di jaman Globalisasi
dimana hampir semua hal menggunakan Pendidikan Bahasa Inggris, sehingga dengan
belajar Pendidikan Bahasa Inggris kita bisa dengan mudah menjalani hidup.
Wawasan kita bertambah luas dengan membaca berbagai artikel di internet yg
bersumber dari expert yg berasal dari luar negeri tanpa harus mengalami
kesulitan pada bahasa yg digunakan. Selain itu, peluang untuk berpergian keluar
negeri menjadi semakin luas. Banyak event yg mempertemukan pemuda dari berbagai
Negara untuk membahas isu-isu tertentu dengan syarat mampu berPendidikan Bahasa
Inggris dan mempunyai gagasan terhadap isu tersebut. Tidak sedikit pula
event-event semacam itu yang benar2 free cost bahkan mendapat uang saku untuk
menjadi perwakilan dari Indonesia.
Prospek
kerja Pendidikan Bahasa Inggris tidak berhenti pada Guru Bahasa Inggris di
sekolah saja mengingat banyaknya bimbel atau kursus untuk Bahasa Inggris.
Selain itu, dengan kemampuan Bahasa Inggris yang kami punya, kami dapat menjadi
penerjemah, humas di perusahaan besar (yg menangani kerjasama dengan Negara
lain), dan bahkan menjadi anggota Dubes. Di masa sekarang, kemampuan berbahasa
inggris mempunyai nilai plus yang sangat besar. Tidak sedikit lulusan
Pendidikan Bahasa Inggris menjadi pegawai bank, pegawai perusahaan dsb.
