Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Jumat, 11 Agustus 2017

Andai Dunia Bisa Menyelamatkan




Seandainya harta yang banyak itu berarti kebaikan, maka Qarun tidak akan binasa karenanya. Jika tahta dan kuasa itu kebaikan, maka Fir’aun tak ditenggelamkan karenanya.

Apabila gelar dan pengetahuan itu pasti menyelamatkan, makan Haman tak akan celaka. Manakala cinta saja cukup, maka istri Nabi Nuh pasti menaati perintah suaminya.

Tapi kita melihat, bahwa harta tahta kata dan cinta yang selalu dianggap sebagai kebahagiaan bagi manusia saat ini, ternyata belum tentu mampu membawa bahagia.

Justru banyak manusia celaka sebab nikmat dunia yang diberi kepadanya, padahal mungkin dia adalah orang yang bertahan saat diberi ujian kekurangan sebelumnya.

Karena itulah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalaam memberitahu, bukan kemiskinan yang beliau khawatirkan atas kita, tapi justru ketika dunia dibukakan kepada kita layaknya orang sebelum kita.

Lalu kita berlomba-lomba mendapatkannya dengan berbagai cara, tanpa memedulikan lagi tentang halal-haram, baik-buruk, lalu kita dibinasakan sebab harta dunia itu.

Kita tak hendak mengatakan bahwa harta, tahta, kata, dan cinta itu tidak penting. Yang hendak kita sampaikan, itu hanya alat saja, sementara alat ditentukan penggunanya.

Dunia bisa dibuat menjadi jalan menuju keridhaan Allah, juga bisa jadi jalan bagi kita untuk dimurkai Allah. Lalu apakah yang jadi pembeda diantara keduanya? Ridha dan murka?

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalaam sampaikan kepada kita satu hal penting,
“Siapa yang Allah kehendaki padanya kebaikan, maka Allah akan faqihkan dia dalam perkara agama.” HR Bukhari Muslim.

Inilah yang harusnya kita berlomba didalamnya, memahami agama, karena dengan Islam seseorang bisa menempatkan sesuatu secara benar dan seharusnya.

Ditangan Abdurrahman bin Auf, harta berbuah surga. Saat Umar bin Khatab menggenggam tahta, Allah beri ridha, sebab mereka memahami perkara agama ini.

Maka tak perlu hasad dan iri pada orang lain bila itu perkara dunia, ingat-ingat bahwa orang zaman dululebih hebat dari kita perlombaannya, namun mereka akhirnya celaka.

Iri itu pada mereka yang diberi Al-Qur’an dan mampu beramal dengannya, juga mereka yang diberi harta lalu berderma siang dan malamnya. Inginlah seperti mereka. (Felix Y. Siauw)


~Reyn
 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template