Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Kamis, 10 Agustus 2017

Muslimah Empower


“Berpikir itu bagaikan pasukan marinir yang berusaha merebut pantai untuk pendaratan pasukan infantry. Pasukan infantry ibarat ILMU, baik tsaqofah Islam maupun sains. Pantainya ibarat isu-isu zaman kontemporer yang butuh solusi.”

Seorang aktivis Muslimah harus mampu menghidupkan tsaqofah Islam atau ilmu agamanya. Agar hidup dan selalu relevan dengan konteks zaman.

Ini mengingatkan saya dengan nasihat Ust Bachtiar Nasir,
“Untuk menjadi du’at ilallah diakhir zaman, banyak ilmu yang perlu dipelajari, apalagi era post mordenisme ditengah frame akhiruzzaman. Jika kita tidak bisa menerjemahkan/ menganalisis mutun ilmu (konten kitab) dalam dunia konteks yang sekarang sangat dinamis sekali, yakni dunia konteks pergerakan, dunia perlawanan. Maka kita hanya akan menjadi penikmat ilmu dan PEMAIN PINGGIRAN,  yang tidak pernah bisa menjadi PETARUNG dalam aras mainstream.” (Ust Bachtiar Nasir, 2014)

Ya. Kompetisi para Da’i akhir zaman salah satunya adalah kemampuan berfikir konstektual. Agar tsaqofah Islam PLUG-IN/ nancap pada realita dengan penancapan yang pas, tajam dan menyentuh kesadaran dan kebutuhan umat. Tidak normatif dan teoritis semata.

Agar pasukan infantry segera mendarat pada pantai yang tepat dalam target peperangan, yakni pantai yang membutuhkan pertolongan, bukan pulau yang damai.

Dalam kontekstualisasi pemikiran dan tsaqofah Islam kita bisa memproduksi narasi opini perlawanan terhadap semua fitnah dan propaganda barat terhadap Islam, sekaligus mampu menciptakan narasi yang menggerakkan kesadaran umat menuju kebangkitan hakiki.

Ayo para Du’at, latihlah berfikir politikmu, miliki kompetensi seorang Mufakkir Siyasi-Siyasi Mufakkir, kontekstualkan Islam dengan tantangan zaman.
Ukhtukum,
Fika Komara
               
~Reyn
 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template