Berbicara di depan umum atau publik, tidak jarang orang mengalami
kesulitan dalam berbicara di depan publik. Banyak hal yang
melatarbelakanginya, salah satunya adalah ketika Anda berdiri di depan
atau terpisah dari yang lainnya (yang merupakan pengdengar), Anda merasa
seperti sedang “diadili” oleh penonton (pendengar) walaupun sebenarnya
penonton tidak sedang mengadili Anda. Perasaan ini timbul karena Anda
sendirian di depan, sedangkan penonton berkelompok atau ada banyak orang
di depan mata Anda. Anda merasa gerak-gerik Anda, ucapan Anda, dan
ekspresi Anda menjadi sangat penting. Tidak boleh ada yang salah. Itulah
sebab mengapa orang yang berbicara di depan umum sering merasa rentan,
tertekan, dan terancam.
Anda menjadikan diri Anda sebagai pusat perhatian banyak orang dan
membuka diri untuk diamati oleh banyak orang secara cermat. Anda tidak
dapat bersembunyi. Mungkin itu juga sebab mengapa kebanyakan orang
selalu gugup saat tampil di depan banyak orang, padahal hanya sekadar
berbicara. Satu lagi tekanan adanya
feel tersebut yaitu ketika
orang yang berpengaruh dalam hidup Anda hadir dan menyaksikan apa yang
akan Anda sampaikan di depan publik (mungkin presentasi). Tentu Anda
akan semakin bertambah gugup, lalu muncul rasa tidak nyaman, dan
akhirnya Anda tidak dapat menyampaikan informasi atau sesuatu yang
hendak Anda sampaikan. Anda kehilangan naluri sosial Anda ketika berada
di saat-saat seperti itu.
Berikut ini beberapa keahlian tampil di depan publik yang dapat Anda
pelajari, sehingga Anda dapat memaksimalkan kemampuan berbicara Anda
saat tampil di depan banyak orang.
Anda dapat menutup semua pikiran atau rangsangan negatif yang datang
dari pendengar Anda. Dengan menutup diri, Anda dapat fokus pada hal-hal
yang akan Anda sampaikan, tidak perlu takut pada hal-hal eksternal yang
dapat mengganggu pikiran dan diri Anda.
Anda harus mengendallikan semua pikiran, ingatan, dan imajinasi Anda.
Dengan kata alin, Anda harus fokus pada bahan pembicaraan Anda.
Kalaupun di dalam pidato (atau sejenisnya) Anda selipkan humor, tetapi
Anda tetap fokus pada pokok pembicaraan, tidak melenceng dari apa yang
Anda bicarakan di depan
audience.
Anda bisa bergerak dengan mudah, menggunakan berbagai bentuk isyarat
untuk menyatakan perasaan Anda. Salah satu cara agar Anda nyaman
berpidato atau beretorika di khalayak umum adalah menghilangkan rasa
gugup, sehingga Anda mudah menyampaikan perasaan Anda. Rasa gugup
(gerogi/tidak percaya diri) ini dapat diatasi dengan menggerakkan
anggota tubuh Anda, seperti tangan, melangkahkan kaki (tidak terpaku di
satu tempat, tetapi juga tidak terus jalan-jalan), dan memberikan
senyuman kepada
audience.
Anda harus mengontrol gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti
menggerak-gerakkan tangan secara berlebihan, menganggukkan kepala,
menggoyangkan badan, berpindah dari satu kaki ke kaki yang lain, atau
mengontrol tubuh yang gemetar. Dengan kata lain, jangan berlebihan dalam
gerakan-gerakan yang sebenarnya membantu Anda menghilangkan rasa tidak
percaya diri. Anda harus tetap mengontrolnya.
Anda dapat menanggapi pertanyaan, gangguan, selingan, dan kejadian
lainnya yang tidak direncanakan secara tenang dan nyaman. Salah satu
cara yang dapat Anda gunakan agar tetap tenang dan nyaman adalah
mengatur napas dengan benar, jangan terfokus pada apa yang sekira akan
dipertanyakan oleh
audience, rileks, dan pastikan bahwa Anda tetap menguasai diri Anda.
Anda tinggal mengendalikan dan mengurangi rasa cemas, panik, dan
takut. Karena, rasa-rasa tersebut dapat mengganggu konsentrasi Anda dan
membuat mulut Anda tidak dapat mengontrol kata-kata yang akan
dikeluarkan. Untuk mengurangi emosi ini, Anda dapat menebarkan senyuman
kepada
audience dan jangan terasa ada beban.
Bersikap rilekslah! Caranya yaitu dengan menyisipkan humor, kepedulian, dan kesungguhan ke dalam pidato Anda.
Caranya adalah dengan membangun diri Anda dengan mempunyai gambaran
yang mantap dan terpuji. Kharisma ini sangat membantu Anda di mata
audience. Dengan adanya kharisma, orang-orang (
audience)
akan memerhatikan apa yang Anda sampaikan. Akan tetapi, karena tidak
semua orang mempunyai kharisma saat berbicara di depan publik, maka Anda
harus membangun kharisma itu sendiri, caranya adalah dengan percaya
diri (
selfreliant).
Belajarlah menghilangkan kebiasaan berpikir seperti mesin dan membiasakan diri untuk berpikir secara kreatif.
Belajarlah memahami sepenuhnya penampilan fisik Anda supaya menjadi pusat perhatian dan mendapat respon positif.
Belajarlah untuk mengenali dan menolak untuk bersikap terburu-buru.
Sebaliknya, Anda harus dapat menahan diri dan mengendalikan kesadaran
Anda. Kebanyakan siswa, mahasiswa (terutama mahasiswa baru), dan bahkan
orang dewasa, selalu ingin cepat-cepat menyelesaikan pidatonya. Biasanya
hal ini dikarenakan rasa percaya diri yang kurang.
Anda belajar cara membuat pita suara Anda tetap santai, tidak
terkesan atau tersimak gugup, bergetar, dan sebagainya, sehingga suara
Anda dapat mengalir tanpa gangguan.
Anda dapat membayangkan dan memvisualisasikan urutan kejadian dari
awal hingga akhir. Anda belajar untuk dapat tidak bergantung pada teks
yang telah Anda persiapkan, sehingga kemampuan berimajinasi Anda dapat
berkembang dan dapat Anda manfaatkan.
Referensi:
Rogers, Natalie. 2008.
Berani Bicara di Depan Publik. Bandung : Penerbit Nuansa