Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Selasa, 08 Agustus 2017

Mengapa Anda Takut (berbicara) ?


       Berbicara di depan umum atau publik, tidak jarang orang mengalami kesulitan dalam berbicara di depan publik. Banyak hal yang melatarbelakanginya, salah satunya adalah ketika Anda berdiri di depan atau terpisah dari yang lainnya (yang merupakan pengdengar), Anda merasa seperti sedang “diadili” oleh penonton (pendengar) walaupun sebenarnya penonton tidak sedang mengadili Anda. Perasaan ini timbul karena Anda sendirian di depan, sedangkan penonton berkelompok atau ada banyak orang di depan mata Anda. Anda merasa gerak-gerik Anda, ucapan Anda, dan ekspresi Anda menjadi sangat penting. Tidak boleh ada yang salah. Itulah sebab mengapa orang yang berbicara di depan umum sering merasa rentan, tertekan, dan terancam.
Anda menjadikan diri Anda sebagai pusat perhatian banyak orang dan membuka diri untuk diamati oleh banyak orang secara cermat. Anda tidak dapat bersembunyi. Mungkin itu juga sebab mengapa kebanyakan orang selalu gugup saat tampil di depan banyak orang, padahal hanya sekadar berbicara. Satu lagi tekanan adanya feel tersebut yaitu ketika orang yang berpengaruh dalam hidup Anda hadir dan menyaksikan apa yang akan Anda sampaikan di depan publik (mungkin presentasi). Tentu Anda akan semakin bertambah gugup, lalu muncul rasa tidak nyaman, dan akhirnya Anda tidak dapat menyampaikan informasi atau sesuatu yang hendak Anda sampaikan. Anda kehilangan naluri sosial Anda ketika berada di saat-saat seperti itu.
Berikut ini beberapa keahlian tampil di depan publik yang dapat Anda pelajari, sehingga Anda dapat memaksimalkan kemampuan berbicara Anda saat tampil di depan banyak orang.
  • Keahlian menutup diri
Anda dapat menutup semua pikiran atau rangsangan negatif yang datang dari pendengar Anda. Dengan menutup diri, Anda dapat fokus pada hal-hal yang akan Anda sampaikan, tidak perlu takut pada hal-hal eksternal yang dapat mengganggu pikiran dan diri Anda.
  • Keahlian berkonsentrasi
Anda harus mengendallikan semua pikiran, ingatan, dan imajinasi Anda. Dengan kata alin, Anda harus fokus pada bahan pembicaraan Anda. Kalaupun di dalam pidato (atau sejenisnya) Anda selipkan humor, tetapi Anda tetap fokus pada pokok pembicaraan, tidak melenceng dari apa yang Anda bicarakan di depan audience.
  • Keahlian koordinasi
Anda bisa bergerak dengan mudah, menggunakan berbagai bentuk isyarat untuk menyatakan perasaan Anda. Salah satu cara agar Anda nyaman berpidato atau beretorika di khalayak umum adalah menghilangkan rasa gugup, sehingga Anda mudah menyampaikan perasaan Anda. Rasa gugup (gerogi/tidak percaya diri) ini dapat diatasi dengan menggerakkan anggota tubuh Anda, seperti tangan, melangkahkan kaki (tidak terpaku di satu tempat, tetapi juga tidak terus jalan-jalan), dan memberikan senyuman kepada audience.
  • Mengendalikan diri
Anda harus mengontrol gerakan-gerakan yang tidak terkendali, seperti menggerak-gerakkan tangan secara berlebihan, menganggukkan kepala, menggoyangkan badan, berpindah dari satu kaki ke kaki yang lain, atau mengontrol tubuh yang gemetar. Dengan kata lain, jangan berlebihan dalam gerakan-gerakan yang sebenarnya membantu Anda menghilangkan rasa tidak percaya diri. Anda harus tetap mengontrolnya.
  • Reaksi yang mengalir
Anda dapat menanggapi pertanyaan, gangguan, selingan, dan kejadian lainnya yang tidak direncanakan secara tenang dan nyaman. Salah satu cara yang dapat Anda gunakan agar tetap tenang dan nyaman adalah mengatur napas dengan benar, jangan terfokus pada apa yang sekira akan dipertanyakan oleh audience, rileks, dan pastikan bahwa Anda tetap menguasai diri Anda.
  • Mengendalikan emosi
Anda tinggal mengendalikan dan mengurangi rasa cemas, panik, dan takut. Karena, rasa-rasa tersebut dapat mengganggu konsentrasi Anda dan membuat mulut Anda tidak dapat mengontrol kata-kata yang akan dikeluarkan. Untuk mengurangi emosi ini, Anda dapat menebarkan senyuman kepada audience dan jangan terasa ada beban.
  • Kehangatan
Bersikap rilekslah! Caranya yaitu dengan menyisipkan humor, kepedulian, dan kesungguhan ke dalam pidato Anda.
  • Kharisma
Caranya adalah dengan membangun diri Anda dengan mempunyai gambaran yang mantap dan terpuji. Kharisma ini sangat membantu Anda di mata audience. Dengan adanya kharisma, orang-orang (audience) akan memerhatikan apa yang Anda sampaikan. Akan tetapi, karena tidak semua orang mempunyai kharisma saat berbicara di depan publik, maka Anda harus membangun kharisma itu sendiri, caranya adalah dengan percaya diri (selfreliant).
  • Berpikir spontan
Belajarlah menghilangkan kebiasaan berpikir seperti mesin dan membiasakan diri untuk berpikir secara kreatif.
  • Pemahaman tentang tubuh
Belajarlah memahami sepenuhnya penampilan fisik Anda supaya menjadi pusat perhatian dan mendapat respon positif.
  • Keahlian untuk melawan
Belajarlah untuk mengenali dan menolak untuk bersikap terburu-buru. Sebaliknya, Anda harus dapat menahan diri dan mengendalikan kesadaran Anda. Kebanyakan siswa, mahasiswa (terutama mahasiswa baru), dan bahkan orang dewasa, selalu ingin cepat-cepat menyelesaikan pidatonya. Biasanya hal ini dikarenakan rasa percaya diri yang kurang.
  • Keahlian vokal
Anda belajar cara membuat pita suara Anda tetap santai, tidak terkesan atau tersimak gugup, bergetar, dan sebagainya, sehingga suara Anda dapat mengalir tanpa gangguan.
  • Keahlian imajinasi
Anda dapat membayangkan dan memvisualisasikan urutan kejadian dari awal hingga akhir. Anda belajar untuk dapat tidak bergantung pada teks yang telah Anda persiapkan, sehingga kemampuan berimajinasi Anda dapat berkembang dan dapat Anda manfaatkan.
Referensi:
Rogers, Natalie. 2008. Berani Bicara di Depan Publik. Bandung : Penerbit Nuansa
 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template