Cute Bow Tie Hearts Blinking Blue and Pink Pointer

Rabu, 20 Desember 2017

Kenapa Indonesia Tidak Memutuskan Hubungan dengan Amerika?

Ada teman bertanya, kenapa Indonesia tidak memutuskan hubungan dengan Amerika saja. Kan mereka seenaknya mengakui Jerussalem sebagai Ibukota Israel?
Bukan berarti dengan tidak memutuskan hubungan dengan Amerika kita tidak simpati dengan Palestina, tapi coba saya kasih ilustrasi sedikit. Sederhananya, jika kita memutuskan hubungan dengan Amerika. Maka konsekuensinya, kedubes Amerika di Indonesia tutup, seluruh perusahaan yang berafiliasi dengan Amerika akan berhenti. McD, Starbuck, Bank2, Microsoft, Apple, Boeing dan perusahaan lainnya yang memiliki hubungan dengan kita akan tutup.

Bukan itu saja, Amerika akan menutup akses Indonesia untuk Google, Youtube, Twitter, WA, Instagram, dan lain-lain. Tau efeknya apa? Ekonomi kita akan down, jutaan pengangguran, Youtuber jadi pengangguran, E-commerce, Tokopedia, OLX, Lazada, dan lain-lain bakal jualan dipinggir jalan lagi, Start up akan jadi manual lagi karena database Google mereka ambil alih. Olshop-olshop di Instagram bakal bubar, khususnya kamu nggak akan bisa bela Palestina dan galang donasi karena akses sudah mereka putus. Pernah bayangin hidup sehari tanpa computer? Internet? atau Smartphone dalam dunia yang sangat eksklufif?

Gimana? Siap sama konsekuensinya?

Kalau mau trial, coba studi banding jalan-jalan dulu ke Korea Utara seminggu aja mungkin biar dapat ilham.

Sebenernya pertanyaan ini sama aja kayak, kenapa sih kita Negara Islam masing-masing nggak ngirim tentara aja buat bebasin Palestina?

Indonesia, Malaysia, Turki, Arab Saudi, Qatar, masing-masing kirim militer untuk mengepung Israel. Pasti yang ada di otak kita kenapa sih nggak kayak gitu aja? Kan beres Palestina bisa merdeka. 

Jawabannya sangat sederhana, karena kita semua sudah terperangkap dalam jarring mereka yang memaksa kita harus tunduk seperti yang sudah dijelaskan tadi. Ini tentang perang proxy dimana perang otak 100 kali lebih besar dari otot dan harus ditangani dengan cara bijak. Maka dari itu, pendekatan secara diplomatis sangat dikedepankan selain aksi dan dukungan masyarakat dunia yang massif. Maka kalau tidak mau dengan cara itu, konsekuensinya ya kita harus lebih unggul dari mereka. Itu mengapa PBB pun sangat hati-hati bahkan kadang tak berkutik berhadapan dengan kenyataan ini.

Lalu, gimana caranya?

Sekarang tutup HP, baca buku, kerjain tugas, biar nanti jadi orang pinter. Sehingga nanti kita kelak yang memimpin dan mengendalikan ritme dunia. Dunia sudah mencatat bahwa Islam pernah jaya lebih dari 8 abad karena keilmuan dan barat (Renaissance) karena sadar akan keilmuan. Segala kejayaan bermuara dari tradisi keilmuan yang baik. Maka kita harus ubah pola piker, melihat dunia dari kaledioskop yang sangat holistic dan terbuka agar kita mampu menyadari bahwa ritme dunia bergerak sangat cepat agar kita bisa mengejar semua ketertinggalan itu.

Semoga Bermanfaat
I.M
 

Dunia Cerita Reynnara Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template